Minggu, 30 September 2012

Melow attack

Hihihi....

Gak pernah terbesit kalo pada akhirnya ada orang yang mau baca tulisan-tulisan gue yang gak berbobot ini. Gue hanya sebatas menulis apa yang gue mau dan yang gue pikirin, gak lebih, gak kurang. Mood merankai kata yang gue ounya lebih sering bikin gue terdiam disatu titik dan gak berbuat apa-apa. Malas menuliskan apa yang gue rasa dan gue punya saat ini. So many story to tell, tapi tetep aja, so litle time to share..

Hidup gue belakangan ini emang lagi melow-melownya. Bawaan dari orok kali, atau jangan-jangan tanpa gue sadari, dari perut nyoap gue, gue udah sering banget ngerasa melow, murung, sedih and terpaku sendiri. Hihihihi.. lebay gila mamen.
Tapi gak mengapa lah. Gue tetep gue, mensyukuri apa yang gue punya. Rasa ini gak semua orang bisa punya. Terlebih lagi ketika orang itu udah mati rasa.

 Sebenarnya kalo disuruh memilih, gue gak mau terus-terusan melo gak jelas gini. Tapi apa mau dikata terlalu banyak story yang bikin gue gak begitu menikmati hidup yang gue punya. Orang mungkin berpikir mungkin gue punya segalanya. Bisa mendapatkan segalanya. Tapi ternyata mereka salah. Luar gue gak selamanya mencerminkan isinya. Gue ternyata tetep manusia biasa yang bisa juga merasa sedih dan kecewa. Meski pada akhirnya berlebihan, gue tetep menganggap itu semua proses hidup belaka. karena gue yakin, semua ada masanya. Alias ada waktunya.

Kegembiraan yang gue punya gak selamanya bikin gue tertawa. Begitupun juga kesedihan yang kadang mendera. gak selamanya buat gue menitikkan air mata. I'm just try to be balance in everything. Meski orang lain melihat sebaliknya.

Yang gue sesalkan, kenapa saat gue melow gue justru menumpahkan semuanya. Mengalirkan kisah dalam bentuk kata. Menelurkan cerita dalam bentuk yang lebih nyata dan bisa  dicerna. Sudah kodratnya begitu kali yah. Sama halnya ketika kita mengadu kepada Yang Maha Kuasa. Jarang banget dari kita bercerita kepada-NYA di saat kita sedang happy-happynya. Pasti saat sedih aja. Saat kecewa melanda. Saat gundah menyapa.

Shit banget deh. Liat aja. gue padahal niatnya mau nulis santai dan gaik terkesan frontal, rapih dan teratur begini, ini malah kayak prosa banget. Jadi terkesan sok puitis. Huuuffftt... Kenapa sih gak semengalir penulis-penulis edan yang ada dijagat kata Indonesia atau dunia raya? Atau memang pola otak gua udah termindset buat nulis model beginian, hahahahah.. Gak ngerti lah. Intinya gue cum pengen nulis aja. Mumpung ini otak mau berpikir sejenak, sampe keringetan, dan jari-jari gue juga mau diajak kerjasama sesaat.

Seperti menulis diary, tapi inconditional. Artinya gue nulis diary sejenak jidat gue aja. Gak pernah ada cerita yang benar benar special and something yang gue ceritakan ditulisan-tulisan gue. Ngeblur, gak jelas. Flicker..

Seperti saat ini. Gue kembali melow dengan hidup gue. Boring dengan rutinitas gue. Jenuh dengan alur hidup gue. Gak bersyukur banget ya gue. Emang dasar si Azul, tak tau terima kasih, hihihihi.. Gue terima aja deh kalo lo semua bilang gitu. Emang kenyataannya gue begitu. Kelebihan yang gue punya tertutup semua oleh kekurangan yang jumlahnya kecil adanya. Damn! I'm not good at all.

Gue kembali diserang melow..
Giman enggak coba..
Disaat semua temen seperjuangan gue sedang asyik-asyiknya menikmati masa muda dengan menggali ilmu dibangku kuliah, gue malah asyik dengan kesendirian yang menurut gue tetep aja ada walaupun gue tetep ada dalam keramaian, dan tidak ada cara menghilangkan ataupun mengurangi rasa itu dalam mata kuliah yang digali dibangku kuliah. Ah gak nyambung cerita gue..
Hehehe, ironis. Miris. Hati gue seakan teriris tipis tipis. Apalagi banyak mulut yang menanyakan kesendirian gue. 

Habis mau dikata apa? Gue selalu berusaha. Tapi waktu selalu berkata beda, gue terus mencari cinta, tapi parno terus juga mengahntui tiap langkah yang gue punya. Ketakutan akan mengalami kekalahan dan kesalahan yang sama, ketakutan untuk kembali melukai hati wanita yang gue puja. Ketakutan ini. Dan semua ketakutan itu mengiringi gue dalam kebuntuan yang permanen.

Apa iya gue terlalu pemilih? Apa iya gue terlalu menginginkan kesempurnaan yang gak ada sama sekali di dunia ini? Apa iya gue memang tak layak punya hati tuk dibagi? Atau mungkin memang gue tipikal orang yang bener-bener gak tahu diri? Hihihihi..
Sepertinya pertanyaan terakhir sudah cukup mewakili..

Cukup banyak kisah yang gue alami dan orang lain gak akan bisa pahami. Gak memaksa juga buat ngerti. Toh yang menjalani gue.

Gue mungkin akan selalu jadi orang yang melow sampai saatnya nanti.
Tapi gue sangat menikmati. Karena menurut gue, itu sebuah hal yang manusiawi.
Dan itu juga yang akan membuat gue selalu rajin untuk tetap merajut mimpi.
Agar cinta sejati gak cuma asa semu di hati...

Jadi...
Biarkan saja melow ini menyerangku...

depanLaptop,30september2012(4.47)shubuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar